Jumat, 05 Oktober 2012

Plak pada Gigi


2.1 Pengertian Plak
Plak adalah lapisan tipis dari mikroorganisme, sisa makanan dan bahan organik yang terbentuk di gigi, kadang-kadang juga ditemukan pada gusi dan lidah. Plak merupakan agregat sejumlah besar dan berbagai macam mikroorganisme pada permukaan gigi mulai erupsi dengan cepat akan dilindungi lapisan tipis glikoprotein yang disebut aequired pellicle. Glikoprotein di dalam air ludah akan diserap dengan spesifik pada hidroksiaptit dan melekat erat pada permukaan gigi (Roeslan,2002).
Menurut Depkes (1995) plak adalah lapisan tipis yang tak berwarna (transparan) tidak dapat dilihat dengan mata biasa, melekat pada gigi dan membentuk koloni atau kumpulan yang terdiri dari air liur, sisa-sisa makanan, jaringan mati, fibrinogen, mikroorganisme dan lain sebagainya. Untuk melihat plak digunakan zat pewarna yaitu disclosing solution.
Plak gigi merupakan deposit yang melekat erat pada permukan gigi, terdiri atas miroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik interseluler jika seseorang melalaikan kebersihan gigi dan mulutnya.
2.1.1 Komponen Plak
Menurut Roeslan (2002) plak gigi bakterial mengandung 3 komponen fungsional yaitu :
a. Organisme kariogenik, terutama s.mutans, L.Acidophillus dan A. Viscocus.
b. Organisme penyebab kelainan periodontal khususnya bacteroides asaccha rolyticus (gingivitis) dan Actinobacillus.
c. Bahan adjuvan dan supresif adalah lipopolisakarisa, dekstan dan asam lipoteikoat.
Plak juga terdiri dari mutans dan streptokokus sanguis yang ditandai oleh kemampuannya mensintesis sukrosa menjadi polisakarida ekstraseluler dan asam. Mikroorganisme tersebut selain mampu membentuk asam (asidogenik) juga tahan terhadap asam (asidurik).
Menurut Houwink dkk (1993) plak supra dan sub gingival hampir tiga perempat bagian terdiri dari bakteri. Terbukti bahwa 1 mg plak mengandung kurang lebih 3 X 108 bakteri. Di samping bakteri plak mengandung glikoprotein dan polisakarida esktraseluler (PSE) yang bersama-sama membentuk matriks plak. Tambahan sisa-sisa sel epitel, granulosat, dan sisa-sisa makanan. Keadaan lingkungan seperti susunan ludah, substrat yang disediakan, konsentrasi zat asam, dan efektifitas pembersihan buatan dan fisiologis sangat mempengaruhi susunan flora. Oleh karena itu susunan plak berbeda dari tempat ke tempat. Kebanyakan bakteri pada plak gigi adalah streptokokus dan aktinimisetes. Terutama dalam fisure terdapat streptokokus dalam presentase yang relatif tinggi daripada dalam plak aproksimal, dimana justru species actinomyces merupakan jumlah flora yang lebih besar.
2.2 Faktor penyebab terjadinya plak
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan plak atau menjadi penyebab terjadinya plak. Menurut Carlsson, faktor-faktor yang tersebut antara lain :
1.    Lingkungan fisik
Meliputi anatomi dan posisi gigi, anatoni jaringan sekitarnya, struktur  permukaan gigi yang jelas terlihat setelah dilakukan pewarnaan dengan larutan disclosing. Pada daerah terlindung karena kecembungan permukaan gigi, pada gigi yang letaknya salah,pada prmukaan gigi dengan kontur tepi gusi yang buruk, pada permukaan email yang banyak cacat, dan pada daerah pertautan sementoemail yang kasar, terlihat jumlah plak yang terbentuk lebih banyak.
2.    Friksi atau gesekan oleh makanan yang dikunyah
Ini hanya terjadi pada permukaan gigi yang tidak terlindungi. Pemeliharaan kebrsihan mulut dapat mencegah atau mengurangi penumpukan plak pada permukaan gigi.
3.    Pengaruh diet
Pengaruh diet terhadap pembentukan plak telah diteliti dalam dua aspek, yaitu pengaruhnya secara fisik dan pengaruhnya sebagai sumber makanan bagi bakteri di dalam plak.
4.    Jenis makanan
Jenis makanan keras dan lunak mempengaruhi pembentukn plak pada permukaan gigi. Ternyata plak banyak terbentuk jika kita lebih banyak terbentuk jika kita lebih banyak mengkonsumsi makanan lunak, terutama makanan yang mengandung karbohidrat jenis sukrosa, karena akan menghasilkan dekstran dan levan yang memegang peranan penting dalam pembentukan matriks plak.
Selain hal tersebut diatas, ada beberapa kebisaan yang dapat menjadi penyebab terjadinya plak pada gigi, antara lain :
a.    Tidak menggosok gigi secara teratur, jika kita tidak rajin menggosok gigi secara teratur maka plak akan terbentuk dan betah tinggal di gigi kita.
b.    Melupakan pentingnya berkumur dengan cairan antisepsis (mouthwash), dengan berkumur menggunakan mouthwash semua kotoran yang tidak terjaungkau oleh bulu sikat gigi akan dikeluarkan.
c.    Memakan makanan yang manis dan lengkes seperti cokelat dan permen dalam porsi yang berlebihan, karena makanan manis dan lengket justru sama halnya dengan member makan pada bakteri-bakteri di mulut agar lebih gemuk, apa lagi tidak menggosok gigi setelahnya dan melanjutkan aktivitas dengan tidur.
d.    Melupakan buah-buahan dan sayuran dalam menu makanan sehari-hari, buah dan syuran adalah makanan yang kaya akan vitamin. Namun, selain nutrisi yang di kandung, teksturnya yang kasar sekaligus menjadi sikat gigi alami.


2.3 Proses terjadinya plak
Proses pembentukan plak ini terdiri dari dua tahap, yaitu :
1.    Tahap pembentukan pelikel (acquired pellicle)
Terbentuknya pelikel dan melekatnya pelikel pada gigi. Pelikel adalah lapisan tipis dari protein air ludah ( saliva ) sesaat setelah gigi dibersihkan, pelikel berperan melindungi email dari aktivits asam. Namun, disisi lain pelikel menyediakan permukaan yang bersifat sticky (leengket) sehingga bakteri mudah menempel.
2.    Tahap perlekatan bakteri (poliferasi bakteri)
Hanya bakteri yang dapat membentuk polisakarida ekstraseluler, yaitu Streptococcus mutans, streptococcus bovis, streptococcus sanguis, streptococcus salivarius sehingga pada 24 jam pertama terbentuklah lapisan tipi yang trediri atas jenis kokus pada tahap awal poliferasi bakteri. Perkembangbiakan bakteri membuat lapisan plak bertambah tebal dan karena metabolism dan adhesi dari bakteri-bakteri pada permuakaan luar plak, lingkungan  di bagian dalam plak berubah nenjadi anaerob.

2.4 Akibat dari plak
Plak yang melekat erat pada gigi dan gingival berpotensi cukup besar untuk menimbulkan penyakit pada jaringan keras gigi maupun jaringan pendukungnya. Keadaan ini disebabkan karena plak mengandung berbagai macam bakteri dengan berbagai macam hasil metabolismenya. Diantaranya adalah :
1.    Penyakit karies gigi
Plak yang terdapat pada gigi akan memetabolisme sisa makananyang bersifat kariogenik terutama yang berasal dari jenis kabohidrat yang dapat difermentasi, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, dan maltos, hasil metabolisme bakeri berupa asam. Jika pH atau keasaman di dalam mulut telah mencapai batas bawah normal ( kurang dari 7 ) secara terus-menerus dan berulang-ulang mengakibatkan terjadinya demineralisasi dari permukaan email yang rentan,yaitu terjadi pelarutan dari kalsium dan fosfat email sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan atau destruksi email sehingga terjadi karies.
2.    Karang gigi
Jika plak tidak dibersihkan dan tetap melekat pada gigi, lama kelamaan akan mengeras dan menjadi karang gigi, yang tidak biasa dibersihan hanya dengan menggosok gigi.
3.    Penyakit periodontal
a.    Gingivitis
Gingivitis (radang gusi) yaitu ditandai dengan gusi kemerahan, agag membengkak, dan mulai berdarah saat menggosok gigi, pada keadaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan sering diabaikan.
b.    Priodontitis
Periodontitis adalah keadaan lanjutan dimana ketika gingivitis di abaikan tanpa pengobatan maka akan menjadi radang pada jaringan penyangga gigi secara keseluruhan (periodontitis) dan lama kelamaan akan menyebatkan gigi goyah dan akhirnya tanggal.
2.5 Cara mencegah terjadinya plak pada gigi
Menurut Besford (1996) pencegahan plak gigi dapat dilakukan :
a.Secara mekanik yaitu dengan menyikat gigi dan pembersihan interdental dengan menggunakan benang gigi (dental floss) .
b.Secara kimiawi yaitu kumur-kumur dengan cairan antiseptis (mouthwash).
c. Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket.
d. Memperbanyak konsumsi buah-buahan yang berair seperti apel, dan semangka  dan sayuran berserat sperti kangkung dan bayam.
e.Pemeriksaan gigi secara berkala minimal 6 bulan sekali.
Secara umum, cara mencegah terjadinya plak dapat kita lakukan hal sebagai berikut :
1.  Menyikat gigi secara teratur.
Untuk hasil terbaik, sikatlah gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Menyikat gigi akan mencegah timbunan plak. Plak yang tidak dibersihkan akan menyebabkan karang gigi dan gigi berlubang.
2.   Membersihkan sela-sela gigi.
Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setelah makan untuk membersihkannya dari sisa-sisa makanan.
Jika diperlukan, bersihkan mulut dengan obat kumur yang mengandung fluoride.
3.    Membersihkan seluruh mulut
Guakan pembersih lidah atau bagian belakang sikat gigi untuk menghilangkan plak dari lidah. Pastikan untuk membersihkan daerah pada perbatasan gigi dan gusi.
4.    Memakan makanan yang sehat
Perbanyak buah dan sayuran dalam diet. Jangan lupa minum cukup air untuk membersihkan plak.
5.    Melakukan pemeriksaan gigi secara teratur
Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan rutin dan membersihkan karang gigi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar