2.1 Pengertian Plak
Plak adalah lapisan tipis dari mikroorganisme, sisa makanan
dan bahan organik yang terbentuk di gigi, kadang-kadang juga ditemukan pada
gusi dan lidah. Plak merupakan agregat sejumlah besar dan berbagai macam
mikroorganisme pada permukaan gigi mulai erupsi dengan cepat akan dilindungi
lapisan tipis glikoprotein yang disebut aequired pellicle. Glikoprotein di
dalam air ludah akan diserap dengan spesifik pada hidroksiaptit dan melekat
erat pada permukaan gigi (Roeslan,2002).
Menurut Depkes (1995) plak adalah lapisan tipis yang
tak berwarna (transparan) tidak dapat dilihat dengan mata biasa, melekat pada
gigi dan membentuk koloni atau kumpulan yang terdiri dari air liur, sisa-sisa
makanan, jaringan mati, fibrinogen, mikroorganisme dan lain sebagainya. Untuk
melihat plak digunakan zat pewarna yaitu disclosing solution.
Plak gigi merupakan deposit
yang melekat erat pada permukan gigi, terdiri atas miroorganisme yang
berkembang biak dalam suatu matrik interseluler jika seseorang melalaikan
kebersihan gigi dan mulutnya.
2.1.1 Komponen Plak
Menurut Roeslan (2002) plak gigi bakterial mengandung
3 komponen fungsional yaitu :
a. Organisme kariogenik, terutama s.mutans,
L.Acidophillus dan A. Viscocus.
b. Organisme penyebab
kelainan periodontal khususnya bacteroides asaccha rolyticus
(gingivitis) dan Actinobacillus.
c. Bahan adjuvan dan supresif adalah lipopolisakarisa,
dekstan dan asam lipoteikoat.
Plak juga terdiri dari mutans dan streptokokus sanguis
yang ditandai oleh kemampuannya mensintesis sukrosa menjadi polisakarida
ekstraseluler dan asam. Mikroorganisme tersebut selain mampu membentuk asam
(asidogenik) juga tahan terhadap asam (asidurik).
Menurut Houwink dkk (1993) plak supra dan sub gingival
hampir tiga perempat bagian terdiri dari bakteri. Terbukti bahwa 1 mg plak
mengandung kurang lebih 3 X 108 bakteri. Di samping bakteri plak mengandung
glikoprotein dan polisakarida esktraseluler (PSE) yang bersama-sama membentuk
matriks plak. Tambahan sisa-sisa sel epitel, granulosat, dan sisa-sisa makanan.
Keadaan lingkungan seperti susunan ludah, substrat yang disediakan, konsentrasi
zat asam, dan efektifitas pembersihan buatan dan fisiologis sangat mempengaruhi
susunan flora. Oleh karena itu susunan plak berbeda dari tempat ke tempat.
Kebanyakan bakteri pada plak gigi adalah streptokokus dan aktinimisetes.
Terutama dalam fisure terdapat streptokokus dalam presentase yang relatif
tinggi daripada dalam plak aproksimal, dimana justru species actinomyces merupakan
jumlah flora yang lebih besar.
2.2 Faktor penyebab terjadinya plak
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan plak atau
menjadi penyebab terjadinya plak. Menurut Carlsson, faktor-faktor yang tersebut
antara lain :
1.
Lingkungan fisik
Meliputi anatomi dan
posisi gigi, anatoni jaringan sekitarnya, struktur permukaan gigi yang jelas terlihat setelah
dilakukan pewarnaan dengan larutan disclosing. Pada daerah terlindung karena
kecembungan permukaan gigi, pada gigi yang letaknya salah,pada prmukaan gigi
dengan kontur tepi gusi yang buruk, pada permukaan email yang banyak cacat, dan
pada daerah pertautan sementoemail yang kasar, terlihat jumlah plak yang
terbentuk lebih banyak.
2.
Friksi atau gesekan oleh makanan yang dikunyah
Ini hanya terjadi pada
permukaan gigi yang tidak terlindungi. Pemeliharaan kebrsihan mulut dapat
mencegah atau mengurangi penumpukan plak pada permukaan gigi.
3.
Pengaruh diet
Pengaruh diet
terhadap pembentukan plak telah diteliti dalam dua aspek, yaitu pengaruhnya
secara fisik dan pengaruhnya sebagai sumber makanan bagi bakteri di dalam plak.
4.
Jenis makanan
Jenis makanan keras
dan lunak mempengaruhi pembentukn plak pada permukaan gigi. Ternyata plak
banyak terbentuk jika kita lebih banyak terbentuk jika kita lebih banyak mengkonsumsi
makanan lunak, terutama makanan yang mengandung karbohidrat jenis sukrosa,
karena akan menghasilkan dekstran dan levan yang memegang peranan penting dalam
pembentukan matriks plak.
Selain hal tersebut diatas, ada beberapa kebisaan yang dapat menjadi
penyebab terjadinya plak pada gigi, antara lain :
a.
Tidak menggosok gigi secara teratur, jika kita tidak rajin menggosok
gigi secara teratur maka plak akan terbentuk dan betah tinggal di gigi kita.
b.
Melupakan pentingnya berkumur dengan cairan antisepsis (mouthwash),
dengan berkumur menggunakan mouthwash semua kotoran yang tidak terjaungkau oleh
bulu sikat gigi akan dikeluarkan.
c.
Memakan makanan yang manis dan lengkes seperti cokelat dan permen dalam
porsi yang berlebihan, karena makanan manis dan lengket justru sama halnya
dengan member makan pada bakteri-bakteri di mulut agar lebih gemuk, apa lagi
tidak menggosok gigi setelahnya dan melanjutkan aktivitas dengan tidur.
d.
Melupakan buah-buahan dan sayuran dalam menu makanan sehari-hari, buah
dan syuran adalah makanan yang kaya akan vitamin. Namun, selain nutrisi yang di
kandung, teksturnya yang kasar sekaligus menjadi sikat gigi alami.
2.3 Proses terjadinya plak
Proses pembentukan plak ini terdiri dari dua tahap, yaitu :
1.
Tahap pembentukan pelikel (acquired pellicle)
Terbentuknya pelikel dan melekatnya pelikel pada gigi. Pelikel adalah
lapisan tipis dari protein air ludah ( saliva ) sesaat setelah gigi
dibersihkan, pelikel berperan melindungi email dari aktivits asam. Namun,
disisi lain pelikel menyediakan permukaan yang bersifat sticky (leengket)
sehingga bakteri mudah menempel.
2.
Tahap perlekatan bakteri (poliferasi bakteri)
Hanya bakteri yang dapat membentuk polisakarida ekstraseluler, yaitu Streptococcus mutans, streptococcus bovis,
streptococcus sanguis, streptococcus salivarius sehingga pada 24 jam
pertama terbentuklah lapisan tipi yang trediri atas jenis kokus pada tahap awal
poliferasi bakteri. Perkembangbiakan bakteri membuat lapisan plak bertambah
tebal dan karena metabolism dan adhesi dari bakteri-bakteri pada permuakaan
luar plak, lingkungan di bagian dalam
plak berubah nenjadi anaerob.
2.4 Akibat dari plak
Plak yang melekat erat pada gigi dan gingival berpotensi cukup besar
untuk menimbulkan penyakit pada jaringan keras gigi maupun jaringan
pendukungnya. Keadaan ini disebabkan karena plak mengandung berbagai macam
bakteri dengan berbagai macam hasil metabolismenya. Diantaranya adalah :
1.
Penyakit karies gigi
Plak yang terdapat
pada gigi akan memetabolisme sisa makananyang bersifat kariogenik terutama yang
berasal dari jenis kabohidrat yang dapat difermentasi, seperti sukrosa,
glukosa, fruktosa, dan maltos, hasil metabolisme bakeri berupa asam. Jika pH
atau keasaman di dalam mulut telah mencapai batas bawah normal ( kurang dari 7
) secara terus-menerus dan berulang-ulang mengakibatkan terjadinya
demineralisasi dari permukaan email yang rentan,yaitu terjadi pelarutan dari
kalsium dan fosfat email sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan atau
destruksi email sehingga terjadi karies.
2.
Karang gigi
Jika plak tidak
dibersihkan dan tetap melekat pada gigi, lama kelamaan akan mengeras dan
menjadi karang gigi, yang tidak biasa dibersihan hanya dengan menggosok gigi.
3.
Penyakit periodontal
a.
Gingivitis
Gingivitis (radang
gusi) yaitu ditandai dengan gusi kemerahan, agag membengkak, dan mulai berdarah
saat menggosok gigi, pada keadaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan sering
diabaikan.
b.
Priodontitis
Periodontitis adalah
keadaan lanjutan dimana ketika gingivitis di abaikan tanpa pengobatan maka akan
menjadi radang pada jaringan penyangga gigi secara keseluruhan (periodontitis)
dan lama kelamaan akan menyebatkan gigi goyah dan akhirnya tanggal.
2.5 Cara mencegah terjadinya plak pada gigi
Menurut Besford (1996) pencegahan plak gigi dapat
dilakukan :
a.Secara mekanik yaitu dengan menyikat gigi dan
pembersihan interdental dengan menggunakan benang gigi (dental floss) .
b.Secara kimiawi yaitu kumur-kumur dengan cairan
antiseptis (mouthwash).
c. Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket.
d. Memperbanyak konsumsi buah-buahan yang berair seperti apel, dan semangka dan sayuran
berserat sperti kangkung dan bayam.
e.Pemeriksaan gigi secara berkala minimal 6 bulan sekali.
Secara umum, cara mencegah
terjadinya plak dapat kita lakukan hal sebagai berikut :
1. Menyikat gigi secara teratur.
Untuk
hasil terbaik, sikatlah gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi yang
mengandung fluoride.
Menyikat
gigi akan mencegah timbunan plak. Plak yang tidak dibersihkan akan menyebabkan
karang gigi dan gigi berlubang.
2. Membersihkan sela-sela gigi.
Bersihkan
sela-sela gigi dengan benang gigi setelah makan untuk membersihkannya dari
sisa-sisa makanan.
Jika
diperlukan, bersihkan mulut dengan obat kumur yang mengandung fluoride.
3. Membersihkan seluruh mulut
Guakan pembersih lidah atau bagian belakang
sikat gigi untuk menghilangkan plak dari lidah. Pastikan untuk membersihkan
daerah pada perbatasan gigi dan gusi.
4. Memakan makanan yang sehat
Perbanyak buah dan sayuran dalam diet. Jangan
lupa minum cukup air untuk membersihkan plak.
5. Melakukan pemeriksaan gigi secara teratur
Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk
pemeriksaan rutin dan membersihkan karang gigi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar